Rabu, 02 November 2016

CP1 ETIKA BISNIS

Soal Kuis
Bagian I
1.Jelaskan pengertian etika !
etika adalah berasal Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan" sebuah sesuatu di  mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral dengan kata lain memiliki definisi aturan tertulis yang tersirat tentang kebaikan nilai kebenaran,yang standar dan normatif berdasarkan moral yang dimiliki.
3. Jelaskan pengertian etika teleologi dan aliran – aliran yang ada dalam teori tersebut !
Teleologi adalah ajaran yang menerangkan segala sesuatu dan segala kejadian menuju pada tujuan tertentu dan didalamnya terdapat aliran egoisme etis dan utilitarianisme yang bisa menyebabkan hedonisme
4.   Apa yang dimaksud dengan profesi? Apakah perbedaan profesi dengan hoby? Dan sebutkan ciri – ciri profesi

profesi : Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen
Profesi :Dapat dilakukan dengan keterampilan saja,Tidak memerlukan studi khusus,Tidak membutuhkan waktu yang panjang,Hanya dilakukan untuk memenuhi kepentingan ekonomi
Hobby : Dapat dilakukan pada waktu senggang,Merasa rileks dan nyaman saat melakukannya,Membuat pikiran menjadi tenang
Ciri-profesi :Adanya pengetahuan khusus,Mengabdi pada kepentingan masyarakat,Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi.

 5. Sebutkan dan jelaskan, argument yang menentang dan mendukung mitos bisnis amoral !

Berikut argumen yang mendukung mitos bisnis amoral antara lain :
- Bisnis sama dengan judi sebuah bentuk persaingan dan permainan yang mengutamakan kepentingan pribadi dan mengupayakan segala macam cara untuk mencapai kemenangan.
- Aturan yang dipakai dalam bisnis berbeda dengan aturan dalam kehidupan sosial.
- Orang bisnis yang mematuhi aturan moral akan berada dalam posisi yang tidak menguntungkan di tengah persaingan yang ketat.

Argumen yang menentang mitos bisnis amoral Berikut argument yang menentang ada nya mitos bisnis amoral antara lain :
- Bisnis tidak sama dengan judi atau permainan, yang dipertaruhkan dalam bisnis tidak hanya uang atau barang, tetapi juga harga diri, nama baik, dll.
- Bisnis tidak mempunyai aturan sendiri yang berbeda dengan aturan kehidupan sosial masyarakat.
- Harus dibedakan antara legalitas dan moralitas. Praktek bisnis tertentu yang dibenarkan secara legal belum tentu dibenarkan secara moral.
- Etika harus dibedakan dengan ilmu empiris. Dalam ilmu empiris, fakta yang berulang terus dan terjadi dimana-mana menjadi teori dan hukum ilmiah, dalam etika tidak demikian.
7. Sebutkan dan jelaskan prinsip – prinsip etika bisnis ! Bagaimanakah caranya agar prinsip – prinsip tersebut dalam dipahami, dihayati dan diimplementasikan oleh seluruh karyawan perusahaan ?

prinsip-prinsipnya :
-Prinsip otonomi
Prinsip otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
-Prinsip kejujuran
Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan
-Prinsip tidak berniat jahat
Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran
-Prinsip keadilan
Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis.
-Prinsip hormat pada diri sendiri
Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan



6.Etika bisnis adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang masih berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat. atau bisa juga diartikan pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas.
*etika bisnis sangat penting karena dengan beretika saat berbisnis kita akan bisa menghargai dan dihargai oleh baik  lawan maupun kawan business ,sesuatu yang beretika akan sangat bermanfaat dalam jangka waktu yang panjang
8. Apa yang dimaksud dengan code of ethics ?
code of ethics  yaitu suatu pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis ketika melakukan suatu kegiatan / suatu pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan / tata cara sebagai pedoman berperilaku





Jawaban  kasus:

1.iya ,karena yang pertama adalah sebagai supervisor dia tidak adil memperlalukan pria lebih baik dibandingkan wanita  dengan memberikan pria prioritas pekerjaan yang lebih baik dibandingkan wanita padahal semua kinerjanya sama,lantas selalu mementingkan omset tanpa memperdulikan keamanan dan kenyamanan dalam lingkungan bekerja di wilayahnya yang berakibat pada protesnya perusahaan.yang terakhir masih berpikir good all boy system padahal perusahaan akan menuju perusahan yang baru tetapi mr.thomas mengabaikannya

2.secara tujuan benar,tetapi dalam penerapanya salah kaprah ,kualitas suatu perusahaaan dalam mengembangkan bisnisnya bukan dari hasil semata melainkan dari proses bekerja yang melingkupi tempat kerja,suasana kerja,kenyamanan dan keamanan dlam bekerja

3.dalam hal gaji pria lebih tinggi dibanding wanita padahal kinerjanya sama,wanita lebih sedikit yang menduduki posisi lebih tinggi,jumlah karyawan wanita hanya 2 sedangkan pria 18 orang.pria diberi prioritas sedangkan wanita hanya pengganti.

4.karena tidak mengindahkan instruksi presiden direktur untuk menjadi perusahaan yang lebih baru dan mr.thomas bersikukuh karena perusahaan tidak perlu lingkungan yang bagus maka dampaknya pada kinerja dan hasil operasional perusahaan akibat sikap cerobohnya



Rabu, 12 Oktober 2016

CONTOH PERIKLANAN YANG MELANGGAR ETIKA BISNIS



 CONTOH PERIKLANAN YANG MELANGGAR ETIKA BISNIS


Iklan adalah media pemasaran yang paling menarik perhatian konsumen dalam rangkah menawarkan produk dengan kata lain iklan merupakan alat atau senjata utama dalam menarik niat konsumen untuk membeli suatu produk ,baik dan buruknya suatu iklan serta menariknya suatu iklan akan berdampak pada growth perusahaan.
Berikut adalah beberapa definisi iklan :
Periklanan. Arens (2006: 7) mendefinisikan periklanan sebagai komunikasi nonpersonal yang terstruktur dan tersusun atas suatu informasi, yang biasanya persuasif mengenai suatu produk (barang, jasa atau ide) dengan memperlihatkan sponsor (merek) yang pemasangnya harus membayar penayangannya di berbagai media. Jadi periklanan adalah seluruh proses yang meliputi penyiapan, perencanaan, pelaksanaan, penyampaian, dan umpan balik dari pesan komunikasi pemasaran. Sedangkan Iklan adalah suatu pesan komunikasi pemasaran tentang sesuatu produk yang disampaikan melalui sesuatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Sedangkan Pengiklan adalah pemrakarsa, penyandang dana, dan pengguna jasa periklanan.
            Public Relations. Kehumasan adalah suatu pengelolaan komunikasi antara suatu organisasi dengan publiknya. Sebagai suatu fungsi manajemen, PR mengevaluai sikap publik, mengidentifikasi kebijakan dan prosedur dari individu atau organisasi dengan kepentingan publiknya, merencanakan dan melaksanakan suatu program aksi untuk memperoleh kehadiran di mata publik. Menurut Austin (2001:8) kegiatan kehumasan membutuhkan seorang penulis gagasan daripada sekadar seorang ilmuwan sosial dengan lingkungan baru yang penuh tantangan. Bahkan tugas dan posisi kehumasan menjadi penentu dalm proses restructuring suatu organisasi dan seorang manajer komunikasi harus menjadi seorang penggagas creative bagi seluruh elemen terpadu dalam komunikasi korporat.
Etika Persaingan. Undang-undang No. 5 Tahun 1999 tentang pelarangan praktik persaingan usaha tidak sehat dijelaskan bahwa demokrasi dalam bidang ekonomi menghendaki adanya kesempatan yang sama bagi setiap warga negara untuk berpartisipasi di dalam proses produksi dan pemasaran barang dan atau jasa, dalam iklim usaha yang sehat, efektif, dan efisien sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan bekerjanya ekonomi pasar yang wajar. Selain itu, peraturan ini memberi semangat bahwa setiap orang yang berusaha di Indonesia harus berada dalam situasi persaingan yang sehat dan wajar, sehingga tidak menimbulkan adanya pemusatan kekuatan ekonomi pada pelaku usaha tertentu, dengan tidak terlepas dari kesepakatan yang telah dilaksanakan oleh negara Republik Indonesia terhadap perjanjian-perjanjian internasional; Etika Pariwara. Etika Periklanan Indonesia (EPI) yang menjadi rambu-rambu para praktii komunikasi pemasaran mensyaratkan bahwa iklan dan pelaku periklanan harus berlaku jujur, benar, dan bertanggung jawab; harus bersaing secara sehat; harus melindungi dan menghargai khalayak, serta tidak merendahkan agama, budaya, negara, dan golongan, serta  tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Menurut Vestergaard dan Schroder (dalam Rani,2004:20-23) fungsi bahasa dalam komunikasi meliputi fungsi eksperesif, fungsi direktif, fungsi informasional, fungsi metalingual, fungsi interaksional, fungsi kontekstual, dan fungsi puitik. Halliday (dalam Sumarlam, 2003: 1-3) mengemukakan tujuh fungsi bahasa yaitu fungsi instrumental, fungsi regulasi, fungsi representatif, fungsi interaksional, fungsi perorangan, fungsi heuristik, dan fungsi imajinatif. Berikut ini dipaparkan fungsi bahasa yang meliputi fungsi ekspresif, fungsi direktif, fungsi informasional, fungsi metalingual, fungsi interaksional, fungsi kontekstual, fungsi puitik, dan fungsi imajinatif.
a.  Fungsi Ekspresif
Fungsi ekspresif mengarah pada penyampaian ekspresi kepada komunikator. Fungsi ekspresif ini bisa digunakan untuk mengekspresikan emosi atau perasaan penyampai pesan. Fungsi ekspresif  dapat digunakan untuk mengungkapkan rasa senang, rasa sedih, rasa sakit, meninta maaf, memohon dan lain-lain.
b. Fungsi Direktif
Fungsi direktif  dapat digunakan untuk mempengaruhi orang lain. Jadi, fungsi direktif ini berorientasi pada penerima pesan. Bahasa digunakan untuk mempengaruhi orang lain dengan cara mengingatkan, memerintah, memesan, mengingatkan, mengancam, dan lain-lain.  Halliday (dalam Sumarlam, 2003:1) menyebut fungsi ini dengan istilah fungsi instrumental. Fungsi ini dikenal dengan fungsi perintah atau imperatif. Fungsi direktif ini bahasa berfungsi menghasilkan kondisi-kondisi tertentu dan menyebabkan terjadinya peristiwa-peristiwa tertentu. Dalam fungsi direktif ini bahasa tidak hanya membuat si pendengar melakukan sesuatu, tetapi melakukan kegiatan sesuai yang diinginkan pembicara (Chaer, 2004:15)

c. Fungsi Informasional
Fungsi Informasional adalah fungsi bahasa yang digunakan untuk menginformasikan sesuatu. Fungsi ini dapat digunakan untuk mendeskripsikan, menjelaskan atau menginformasikan sesuatu. Halliday (dalam Sumarlam, 2003:2) menyebut fungsi ini dengan istilah fungsi pemerian atau representatif. Dalam fungsi ini bahasa dapat digunakan untuk melaporkan realitas yang sebenarnya seperti yang dilihat atau dialami orang.
d. Fungsi Metalingual
Fungsi metalingual adalah  fungsi bahasa yang berfokus pada kode. Bahasa digunakan untuk membicarakan atau menjelaskan  bahasa. Contoh yang diberikan Chaer (2004:17) yaitu kaidah-kaidah atau aturan-aturan bahasa dijelaskan dengan bahasa. Dalam kamus monolingual bahasa digunakan untuk menjelaskan arti bahasa itu sendiri.
e. Fungsi Interaksional
Fungsi Interaksional digunakan untuk mengungkapkan, mempertahankan, dan mengakhiri komunikasi antara penutur dan lawan tutur. Keberlangsungan komunikasi  memerlukan pengetahuan tentang tata krama pergaulan. Misalnya, penyapa menyapa dengan sapaan yang hormat,  penutur juga harus mempertimbangkan siapa mitra tuturnya, adat-istiadat, serta budaya lokal yang berlaku (Halliday dalam Rani, 2003:2)
f.  Fungssi Kontekstual
Fungsi kontekstual berfokus pada konteks pemakaian bahasa. Jadi, konteks sangat menentukan makna bahasa yang digunakan. Dalam fungsi kontekstual ini dijelaskan bahwa bahasa yang sama mempunyai makna yang berbeda jika konteksnya berbeda.
g. Fungsi Puitik
Fungsi puitik bahasa berorientasi pada kode dan makna. Dalam fungsi ini unsur seni sangat ditonjolkan misalnya pemakaian,ritme dan  rima
h. Fungsi Imajinatif
            Fungsi ini biasanya digunakan untuk menulis cerpen, dongeng, novel  dan sebagainya. Melalui bahasa dapat diciptakan mimpi-mimpi  yang indah seperti yang diinginkan.



Selain bahasa, sebenarnya ada cara lain untuk menghindari terjadinya permainan kata-kata yang tidak sesuai dalam Etika Pariwara Indonesia, diantaranya yaitu dengan cara:
a.       Membuat Layout dan Artwork
Setelah copywriter bersama art director menemukan konsep kreatif yang mereka anggap paling pas dan paling bagus untuk iklan produk yang sedang mereka garap, mereka lalu membuat layout yang berisi draft visual dan headline yang tepat (menarik) sesuai konsep. Menulis bodynote bisa belakangan, tetapi mungkin juga si copywriter sekaligus membuat teks atau bodycopy-nya. Sejak saat inilah art director sudah harus memikirkan bagaimana eksekusinya. Apakah gambarnya (visualnya) akan dibuat dengan line drawing (gambar tangan) atau fotografi ataukah akan membeli slide yang bisa dibeli pada agen pembuat slide?
b.      Membuat Baseline
Setelah kita menentukan headline, visual, dan bodycopy serta ukuran (size) sesuai ketentuan dari bagian media (atas persetujuan klien!), jangan lupa kita mencantumkan oleh siapa pesan iklan itu disampaikan. Memang ada kalanya klien merasa tidak perlu mencantumkan nama perusahaannya. Dia merasa cukup dengan mencantumkan nama atau merek produk saja.
c.       Mandatory
Yang disebut mandatory dalam iklan adalah unsur-unsur yang harus selalu tampil dalam iklan dan tidak boleh diubah, misalnya merek dan gambar produk,nama atau logo perusahaan atau produsen, slogan, dan sejenisnya. Dalam tata-letak atau layout iklan, seperti yang telah dikemukakan diatas biasanya unsur-unsur tersebut sudah ditetapkan juga tempatnya. Kadang-kadang warna bahkan bentuk huruf atau tyface pun bisa merupakan mandatory. Seperti pada iklan IBM, typeface-nya harus Bodony dan tidak boleh memakai misalnya tipe Helvetia, Garamond, atau yang lain.
d.      Membuat caption
Caption adalah tulisan pendek yang merupakan catatan atau penjelasan singkat tentang gambar atau foto tambahan (di samping visual utama). Visual utama biasanya tidak memerlukan caption, karena visual utama merupakan bagian integral dari headline. Jangan sekali-kali membuat atau menunjukkan gambar tambahan atau sisipan serta insert tanpa penjelasan atau caption, sebab dengan demikian informasi kita belum lengkap.
e.       Penggunaan Model
Menggunakan model, khususnya selebriti atau public figure untuk sebuah iklan, harus hati-hati, terutama dalam iklan testimonial. Selain biayanya mahal, model bisa jadi bomerang bagi kepercayaan konsumen terhadap produk. (Madjakara, 2005: 77)   

Berikut Merupakan Definisi dari Copywriter yang dimana sangat berperan dalam pembuatan sebuah naskah iklan:

Copywriting adalah penulisan naskah iklan atau promosi sebuah produk (barang atau
jasa). Dengan kata lain, copywriting adalah aktivitas membuat dan menghasilkan tulisan (teks/naskah) untuk kepentingan iklan. Ahli komunikasi dari Amerika Serikat, Frank Jefkins, memaknai copywriting (penulisan naskah iklan) sebagai ”seni penulisan pesan penjualan yang paling persuasif dan kuat”. Pakar lain, Bovee, mendefinisikan copywriting dengan ”tulisan dengan aneka gaya dan pendekatan yang dihasilkan dengan cara kerja keras melalui perencanaan dan kerjasama dengan klien, staf legal, account executive, peneliti, dan direktur seni”. Dapat dikatakan, copywriting adalah seni atau keterampilan menulis naskah berisi pesan iklan, promosi, untuk menarik minat konsumen pengguna jasa atau barang.

Penulisnya disebut copywriter. Merujuk pada definisi di atas, terutama dari Bovee, copywriter tidak bekerja sendiri. Selain harus menguasai karakteristik produk, ia juga bekerja sama dengan bagian penjualan (marketing).

Elemen Copywriting
Secara teoritis, unsur dasar yang harus dikandung sebuah naskah iklan dikenal dengan ringkasan AIDCA, yaitu:
  • Attention –menarik perhatian
  • Interest –menciptakan minat.
  • Desire –memunculkan hasrat untuk menggunakan produk.
  • Conviction –memberi keyakinan bahwa produk itulah yang cocok bagi konsumen.
  • Action –menyegerakan aksi, konsumen membeli atau menggunakan produk.
                                                                                                            
Rumus copywriting antara lain harus menarik perhatian, membangun membangun citra atau image positif tentang produk dan produsen (perusahaan), serta efektif dan efisien atau tepat sasaran.
Kreatif, Mengenali Audiens
Jika sebuah naskah penjualan gagal menarik perhatian (attention), ketertarikan (interest), keinginan (desire), keyakinan (conviction), dan tindakan (action) yang diinginkan, maka pesan penjualan itu telah gagal.
Karenanya, seorang copywriter juga harus mempertimbangkan banyak hal ketika melaksanakan tugasnya, seperti ”perkiraan” penafsiran oleh publik (calon konsumen) tentang iklan yang disampaikan kepada mereka.

Target audiens akan menafsirkan iklan secara beragam disebabkan sejumlah faktor, antara lain:
  •   Pengetahuan yang terbatas mengenai produk.
  •    Latar belakang pendidikan, budaya, agama, paham politik, dll.
  •    Tingkat kebutuhan yang berbeda.
  •   Tingkat apresiasi terhadap seni yang berbeda
  •   Penggunaan sudut pandang. 
  •    Waktu, media atau sarana yang digunakan, dan jam tayang iklan

 reklame seperti ini masih banyak pelanggagaran diantaranya,tidak membayar pajak,ketentuan penempatan yang tidak sesuai dan pondasi aja juga yang terbuat dari kayu,

gambar.1

 1.1banyak baliho seperti yang tingkat keamanan pondasi kurang karena terbaut dari kayu,apalagi di musim penghujan yang notabene angin kencang dan bisa jatuh setiap saat(rungkut,surabaya)



 1.2 baliho yang diletakan di samping bangunan seperti ini,bisa masuk kategori ilegal. (arief rahman hakim,surabaya)
1.3 iklan seperti ini sudah masuk dalam patuh dalam periklanan etika bisnis,tetapi banyak yang tidak membayar pajak sayangnya



gambar.2
  2.1 iklan ini menunjukan bagaimana periklanan yang sesuai dengan etika bisnis dimana,terdapat tanda inspeksi yang dilakukan pemda surabaya,walapun kecil.

Daftar Pustaka

Etika pariwara indonesia. Satucitra.co.id. http://satucitra.co.id/unduh/Etika-Pariwara-Indonesia.pdf (Diakses pada tanggal 10 Desember 2015 pada pukul 13.02 WIB)
http://ejournal.undip.ac.id/index.php/nusa/article/view/2840 (Diakses pada tanggal 10 Desember 2015 pada pukul 15.44 WIB)
Copywriting: menulis naskah iklan. Kuliahonlinekomunikasi.co.id. http://kuliahonlinekomunikasi.co.id/2012/04/copywriting-menulis-naskah-iklan-1.html (Diakses pada tanggal 10 Desember 2015 pada pukul 19.07 WIB)
Rani, Abdul, Bustanul Arifin, dan Martutik. 2004. Analisis Wacana Sebuah Kajian Bahasa dalam Pemakaian. Malang: Bayumedia Publishing.



Selasa, 04 Oktober 2016

Apakah Tax Amnesty (TA) Sudah Membuktikan Kesetiaan WNI Dalam Hal Wajib Pajak?


Apakah Tax Amnesty (TA) Sudah Membuktikan Kesetiaan WNI Dalam Hal Wajib Pajak?



SURABAYA 5/10 -  Semenjak Tax Amnesty resmi di keluarkan oleh pemerintahan presiden  joko widodo  yang berlandaskan oleh  UU PENGAMPUNAN PAJAK ( UU NO 11 TAHUN 2016) dan diperkuat oleh PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR PER – 11/PJ/2016 untuk tata cara pelaksanaannya  memberi angin segar bagi  DIRJEN PAJAK  dalam rangkah memenuhi target pajak tahunan yang ditetapkan oleh pemerintah ,tujuan utamanya ialah mengambil kembali  aset yang ada diluar negeri yang seharusnya masuk income negara Indonesia,tetapi  berkesan pemerintah sangat berharap kepada pengemplang pajak yang seharusnya mendapat hukuman karena telah melanggar wajib pajak,ibaratnya negara  Indonesia gagal dalam mengatur sistem pajak karena tidak mampu menegakkan aturan hukum di negaranya sendiri terlebih lagi khususnya ialah seakan memberi kabar yang sangat gembira kepada para pengusaha-pengusaha besar kelas kakap untuk melakukan pengampunan pajak .keuntungannya Negara Indonesia bisa mendapatkan kembali aset yang lolos walaupun tidak bisa 100% seperti yang diharapakan, Pemerintah memperkirakan wajib pajak yang mendaftar kebijakan pengampunan pajak akan mendeklarasikan asetnya di luar negeri hingga Rp4.000 triliun, dengan kemungkinan dana repatriasi yang masuk mencapai kisaran Rp1.000 triliun dan uang tebusan untuk penerimaan pajak Rp160 triliun.

banyak pengusaha berbondong –bondong  untuk melakukan Tax Amnesty  termasuk pengusaha elite Alim Markus ,bos maspion grup tersebut menyerahkan Surat Pernyataan Harta (SPH) pada (27/9/2016) di kanwil DJP 1 Jatim,yang langsung diserahkan oleh yang bersangkutan kepada kepala kanwil DJP 1 Jatim pada Estu budiarto.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak ataupun tidak sewenang -wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak, atau sewenang
 Keadilan menurut Kong Hu Cu yaitu bahwa keadilan adalah keadaan di mana anak  berperan sebagai anak, ayah sebagai ayah, raja sebagi raja masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Kong Hu Cu mengartikan keadilan merujuk pada pelaksanaan peran dan fungsi masing-masing dari suatu status tertentu. Bagi kaum Komunis, yang disebut keadilan ialah apabila masing-masing orang mendapat bagian yang sama. Hal ini tercermin dari doktrin mereka  sama rata sama rasa”.

Dari pengertian adil dan keadilan menurut para ahli dapat di simpulkan bahwa adil adalah dimana semua berada dalam keadaan yang sama rata dan masing-masing orang tidak dalam keadaan dirugikan atau merugikan orang lain. Keadilan itu sendiri adalah suatu keadaan dimana setiap orang harus menjalan kan hak dan kewajibannya dengan baik dan benar sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku. bila kita bersifat adil maka orang lain akan adil terhadap diri kita. keadilan akan ada bila masing-masing orang menghargai dan menghormati hak dan kewajiban masing-masing


Pertanyaannya dari gambar atau pernyataan diatas apakah ini sudah termasuk memenuhi  kriteria Dalam keadilan untuk beretika bisnis?
*Dari segi  keadilan legal yang menjelaskan Semua orang harus secara sama dilindungi hukum, dalam hal ini oleh negara. Tidak ada orang yang akan diperlakukan secara istimewa oleh hukum atau negara.  Negara tidak boleh mengeluarkan produk hukum untuk kepentingan kelompok tertentu. Semua warga harus tunduk dan taat kepada hukum yang berlaku.
 
*Dalam lingkup keadilan komutatif nya pun Pengusah Alim markus telah beitikad baik untuk menjadi warga negara yang baik dalam rangkah mengikuti regulasi dalam hal ini program Tax Amnesty yang diberlakukan ole Pemerintah
*Sedangkan keadilan Distributif yang menjadi tanda tanya ialah bila wajib pajak yang baik seharusnya sudah tidak perlu lagi mengkuti Tax Amnesty karena sudah melaporkan pajak setiap tahun tanpa menunggu Tax Amnesty ,karena bagi wajib pajak baik perorangan maupun Badan Usaha terutama  kategori orang kaya dengan pendapatan diatas 500 juta/pertahun dan perusahaan besar “gross income”  pendapatan diatas 50 Milyar/tahun dikenakan  30%,dan anehnya para pengusaha berburu Tax amnesty dikarenakan hanya membayar denda 2% ,lalu 28% dikemanakan ?dan sudah berapa langsung hal ini terjadi?
Untuk pentup dalam penulisan kali ini Harapannya kedepan semoga para wajib pajak bisa lebih mengerti akan pentingnya kesadaran untuk membayar pajak,agar bisa dirasakan oleh masyarakat banyak untuk terciptanya kesejahteraan Negara indonesia,menumbuhkan rasa Nasionalisme yang tinggi,dan terjaminnya dalam hal keamanan kelangsungan hidup perusahaan  yang menjadi tumpuan-tumpuan perekonomian indonesia mulai dari makro smpai UMKM.

Daftar pustaka




Rabu, 05 November 2014


KONSEP,TUJUAN,DAN  PERAN TIK SEBAGAI MEDIA DALAM ILMU MANAJEMEN




1.PENGERTIAN
           Information and Communication Technology (ICT) merupakan satu istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita. ICT yang kemudian diterjemahkan sebagai Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah menjadi bagian dari keseharian,kita sedang berada dalam pusaran gelombang perubahan teknologi informasi pendidikan tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh gelombang perubahan teknologi informasi. Respon kita terhadap gelombang perubahan tersebut adalah memanfaatkannya sebagai wahana transformasi,dalam  ILMU MANAJEMEN dapat menjadi alat bantu pembelajaran,standar kompetensi,media promosi,pekejaan,kebebasan berekspresi,sosial dan budaya, Karena peran TIK begitu penting dalam segala hal.

            Termasuk yang saat ini sedang gencarnya dilakukan oleh salah perguruan tinggi di Surabaya yaitu Universitas Narotama menjadikan TIK sebagai media untuk tujuan sumbangsih kemajuaan bangsa indonesia,menjadikan mahasiswa  menjadi seorang yang pro patria sesuai visi dan misi universitas narotama,mengembangkan kreativitas tanpa batas di dunia maya.nilai-nilai budaya dalam filosofi pendidikan serta menambah wawasan dan lmu pengetahuan yang berguna dalam kehidupan,
        salah satu fakultas di Universitas NarotamaFenaro ) telah mengalami kemajuan yang cukup pesat terutama dalam bidang TIK dengan dijadikannya TIK sebagai media pembelajaran yang sangat kompetitif dalam materi pembelajaran di kampus salah satunya yaitu e-Learning narotama (eLINa),sekaligus sebagai media promosi,dan sosialisasi.keberhasilan itu tidak luput karena cara dan media penyampaian yang jelas,akurat,dan dapat dipercaya sebagai sumbernya.

2.KONSEP

Beberapa hal berikut ini dapat kita jadikan acuan sebagai konsep dasar yang paling sederhana dalam mengaplikasikan ICT/Komputer dalam dunia pendidikan, dan pembelajaran, yaitu:
  1. Adanya web site pada sekolah dengan dwi bahasa (Inggris dan Indonesia)
a.Pusat interkoneksi intranet dan internet di setiap sekolah.
b. Pusat layanan informasi pendidikan bagi sekolah, Pemerintah, industri dan masyarakat yang meliputi kegiatan sekolah antara lain: Penerimaan Siswa Baru, Data Sekolah, Data Siswa, Proses Pembelajaran, Berita Sekolah, Bursa Kerja Khusus, Evaluasi, dll.
  1. Sarana Komunikasi Sisterschool dan partnership dengan sekolah luar negeri. ICT sebagai alat komunikasi di sekolah dan dengan partnership Luar negeri bermanfaat sebagai:
a. Video Conference (Pembelajaran Jarak Jauh)
b. Tukar-menukar informasi unutk mengembangkan pembelajaran
  1. ICT sebagai instrument untuk menampilkan pelaporan sekolah kepada stakeholder (Pemerintah, Guru, Pemda, masyarakat dan industri serta partnership.
  2. Sarana kemudahan presentasi dan akses ke sumber referensi
    1. Sumber data informasi lembaga yang berfungsi sebagai media informasi dan promosi kinerja lembaga.
    2. Berkenaan dengan tujuan dan sasaran dari pendidikan dan pembelajaran pada masyarakat pendidikan.
    3. Apakah silabus yang dipakai sudah tepat dan dimana tempat untuk mencari acuan yang tepat.
    4. Metode-metode pengajaran harus tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan
    5. Jadwal pelajaran, jadwal diklat, atau jadwal ujian dapat di-upload secara online
    6. Pemberian tugas dan pengumpulan data
    7. Sebagai media penampung informasi daftar referensi atau bahan bacaan
    8. Profil lembaga dan kontak pengajar atau masyarakat instansi
a. Pemanfaatan diktat dan catatan pelajaran
b. Memudahkan pencarian dan pembuatan bahan presentasi
c. Sebagai bank data semisal mencari contoh ujian yang lalu atau soal yang lalu
d. Sebagai media tanya jawab / FAQ (frequently asked questions)
e. Sumber-sumber referensi untuk pengerjaan tugas
f. Sebagai penyedia situs-situs bermanfaaat
g. Pencarian artikel-artikel dalam jurnal online
  1. Sarana Komunikasi dalam kelas yang atraktif, inovatif dan menarik
    1. Pemanfaatan forum diskusi online
    2. Mailing list diskusi
    3. Papan pengumuman yang menyediakan informasi (perubahan jadwal kuliah, informasi tugas dan deadline-nya)
    4. Sarana untuk melakukan kerja kelompok
6. Sarana untuk sharing file dan direktori dalam kelompok
7.  sarana diskusi untuk mengerjakan tugas dalam kelompok
3.TUJUAN

 
 
                      Tujuan pengembangan ICT atau komputer dalam pendidikan adalah:
a)      Menciptakan pusat layanan informasi pendidikan bagi sekolah, industri dan masyarakat.
b)      Pusat interkoneksi intranet dan internet di setiap kota/kabupaten dan sekolah.
c)      Memperluas proses pembelajaran yang terstandar di semua jenjeng pendidikan di seluruh Indonesia.
d)     Menmgurangi disparitas pendidikan di setiap jenjeng pendidikan di seluruh Indonesia. Sebagai sarana pembelajaran jarak jauh yang merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mempersiapkan SDM Indonesia yang memiliki kompetensi skala nasional dan internasional berbasis keunggulan lokal. Manajemen Berbasis Sekolah (Suplemen BAC) 7
e)      Menyediakan pusat informasi yang inovatif yang mampu membangkitkan kreatifitas guna meningkatkan kompetensi.
f)       Mendistribusikan internet ke sekolah, dinas pendidikan dan institusi pendidikan lainnya.
g)      Membantu memajukan perekonomian daerah melalui informasi dan komunikasi.
Untuk membuat media pembelajaran yang kreatif dan inovatif bebasis ICT perlu memanfaatkan perangkat multimedia. Dengan perangkat multimedia dapat menyerap konsentrasi dari segala aspek rangsangan yang ada pada indra manusia, antara lain visual, audio dan motorik.
  1.   Pemanfaatan e-Learning
Ketika kita berbicara tentang pemanfatan e-Learning, maka hakikatnya adalah sama saja dengan strategi pemanfaatan perangkat lunak. Hal ini karena e-Learning adalah juga merupakan suatu perangkat lunak. Aplikasi e-Learning terlengkap dan terbaik yang ada di internet belum tentu sesuai dengan kebutuhan sebenarnya dari pengguna. Saat ini sebenarnya industri e-Learning sedang mengalami krisis, yang berakibat ke kegagalan e-Learning. Dari sebuah studi tahun 2000 yang dilakukan oleh Forrester Group kepada 40 perusahaan besar menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja (lebih dari 68%) menolak untuk mengikuti pelatihan/kursus yang menggunakan konsep e-Learning. Ketika e-Learning itu diwajibkan kepada mereka 30% menolak untuk mengikuti ([Dublin, 2003] dalam Romi Satria Wahono. IlmuKomputer.Com)
Sedangkan studi lain mengindikasikan bahwa dari orang-orang yang mendaftar untuk mengikuti e-Learning, 50-80% tidak pernah menyelesaikannya sampai akhir ([Delio, 2000] dalam Romi Satria Wahono)
Dari berbagai literatur yang ada, kegagalan e-Learning sebagian besar diakibatkan oleh kegagalan dalam analisa kebutuhan yang mengandung pengertian bahwa pengembang tidak berhasil meng-capture apa sebenarnya kebutuhan dari pengguna (user needs). Hasil dari proses analisa kebutuhan (requirements analysis) pengguna diterjemahkan sebagai fitur-fitur yang sebaiknya masuk dalam sistem e-Learning yang di kembangkan.
Sebagai pedoman fitur-fitur yang biasanya disediakan dalam sistem e-learning dapat menggunakan konsep penggunaan ICT yang penulis kemukakan diatas. Karena pada dasarnya e-Learning merupakan salah satu metode penerapan ICT yang berbasis WEB dengan menggunakan teknologi Internet, dalam artian sistem jaringan online yang lebih luas tanpa batas. Dengan sistem e-Learning, seseorang yang ingin belajar bebas untuk memilih apa yang akan di pelajari dalam waktu yang tidak terikat dan bebas untuk mengekspresikan semua materi yang didapatkan.
Dalam pembuatan konsep pengaplikasian e-Learning alangkah baiknya bila kita gunakan konsep-konsep yang berbasis pada analisis kebutuhan tiap-tiap pemakai. Sehingga dalam hal ini diperlukan suatu kerja sama yang saling berkaitan dalam membentuk suatu wadah untuk menuangkan karya cipta antara kebutuhan dan proses produksi materi untuk menghasilkan pembelajaran berbasis e-Learning yang optimal dan sesuai. Maka dalam hal ini diperlukan suatu pengembangan SDM yang dapat menguasai teknologi dan materi-materi pendidikan untuk dapat bekerja sama membentuk team work yang solid.
Merangkum berbagai pemikiran, Uwes A. Chaeruman (2008) menyatakan bahwa integrasi TIK dalam pembelajaran yang sesungguhnya harus memungkinkan terjadinya proses belajar yang:
  1. Aktif; memungkinkan siswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan bermakna.
  2. Konstruktif; memungkinkan siswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keinginan tahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya.
  3. Kolaboratif; memungkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya.
  4. Antusiastik; memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  5. Dialogis; memungkinkan proses belajar secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana siswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar sekolah.
  6. Kontekstual; memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang bermakna (real-world) melalui pendekatan ”problem-based atau case-based learning
  7. Reflektif; memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri. (Jonassen (1995), dikutip oleh Norton et al (2001)).
  8. Multisensory; memungkinkan pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar (multisensory), baik audio, visual, maupun kinestetik (dePorter et al, 2000).
  9. High order thinking skills training; memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan keputusan, dll.) serta secara tidak langsung juga meningkatkan ”ICT & media literacy” (Fryer, 2001).

DAFTAR PUSTAKA
Ade Koesnandar. 2007. TIK untuk pembelajaran. Jakarta: Pustekom Depdiknas.
Asep Zaenal Rahmat. 2008. Strategi pembelajaran berbasis TIK. Jakarta: Pustekom Depdiknas.
Departemen Pendidikan Nasional, 2006. Garis Besar Program Kegiatan Pengembangan ICT dan TV Edukasi. Jakarta: Direkturat Pembinaan SMK.
Isjoni, dkk, 2008, ICT Untuk Sekolah Unggul. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Puji Raharjo. 2008. Pemanfaatan internet dalam pembelajaran Jakarta: Pustekom Depdiknas